Home / Elektronika / Driver Motor Mosfet Tanpa Gerbang Digital

Driver Motor Mosfet Tanpa Gerbang Digital

Rangkaian Driver Motor Mosfet

Driver motor merupakan salah satu perangkat umum yang digunakan untuk kendali motor DC. Driver motor ini yang nantinya bertugas mengendalikan arah putaran maupun kecepatan motor DC yang akan dikendalikan. Driver motor ada yang berupa IC, beberapa diantaranya adalah L298, L293D, LMD18200, dll. Pada dasarnya IC driver motor yang saya sebutkan tadi merupakan bentukan dari rangkaian H-Bridge baik itu H-Bridge transistor ataupun H-Bridge mosfet. L298 dan L293D merupakan contoh IC driver motor dengan transistor, sedangkan LMD18200 merupakan IC driver motor dengan mosfet. Kita dapat membuat rangkaian H-Bridge sendiri untuk driver motor, dalam artian tidak perlu menggunakan IC driver motor jadi seperti di atas. Pada postingan kali ini saya akan share sedikit tentang rangkaian driver motor H-Bridge dengan menggunakan mosfet dan cara pemrogramannya. Pada dasarnya rangkaian H-Bridge merupakan rangkaian saklar sederhana seperti di bawah ini.

Driver Motor Mosfet
Driver Motor Mosfet

 

Gambar diatas merupakan visualisasi sederhana dari prinsip H-Bridge driver  motor. Dapat dilihat pada gambar diatas terdapat empat buah switch yang berfungsi untuk mengontrol arah putaran dari motor. Perhatikan gambar di bawah ini

Driver Motor Mosfet
Driver Motor Mosfet

 

Pada saat SW1 dan SW4 ditekan secara bersamaan, maka arah aliran arus akan mengalir dari positif ke ground melewati motor dimana terminal bagian kiri motor mendapatkan tegangan positif dan bagian kanan motor mendapatkan ground. Hal ini akan membuat motor berputar secara CW (dapat dilihat pada gambar kecepatan motor +66.0). Selanjutnya perhatikan gambar satu lagi di bawah ini

Driver Motor Mosfet
Driver Motor Mosfet

 

Pada gambar ketiga ini, saklar yang aktif adalah SW2 dan SW3. Hal ini juga dapat membuat arus mengalir dari positif ke ground. Namun berbeda dari gambar 2, pada gambar ketiga ini terminal motor pada sebelah kiri mendapatkan ground sedangkan terminal motor sebelah kanan mendapatkan tegangan positif. Hal ini berlawanan dengan kondisi pada gambar 2, sehingga arah putaran motor menjadi berbalik dari arah sebelumnya menjadi CCW. Hal ini dapat dilihat pada gambar, dimana tertulis kecepatan adalah -54.7 (nilai minus berarti arah putarannya terbalik).

Rangkaian H-Bridge sederhana diatas sudah dapat digunakan untuk mengontrol arah putaran motor DC, kita dapat mengganti saklar tersebut dengan saklar elektronik (relay atau transistor). Dengan menggunakan relay atau transistor kita dapat mengontrol on/off dari saklar elektronik melalui mikrokontroler atau mikroprocessor. Pengembangan dari rangkaian diatas dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Saya menggunakan mosfet untuk switching-nya karena arus mosfet lebih besar dibandingkan dengan transistor biasa.

Driver Motor Mosfet
Driver Motor Mosfet

 

Rangkaian di atas tidak memerlukan IC digital tambahan untuk rangkaian kontrolnya. Kontrol arah dan kecepatan dapat langsung melalui 2 buah pin DIRA dan PWMA. Pin DIRA digunakan untuk mengontrol arah putaran, sedangkan pin PWMA digunakan untuk mengontrol kecepatan. Untuk teknik pengontrolannya lebih jelasnya dapat dilihat pada program kontrol motor di bawah ini.

#include <mega32.h>
#include <delay.h>

void motor(int dir, unsigned char pwm) {
if (pwm==0) {  // AUTO BREAK PROGRAM !!
PORTD.0=0;
OCR1A=0;
}
else {
if(dir==0) {
PORTD.0=0;
OCR1A=pwm;  // YANG DIATUR LEBAR PULSA POSITIF
}
else{
PORTD.0=1;
OCR1A=255-pwm; // YANG DIATUR LEBAR PULSA NEGATIF
}
}
}

void main(void)
{

// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 15.625 kHz
// Mode: Ph. correct PWM top=0x00FF
// OC1A output: Non-Inv.
// OC1B output: Non-Inv.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge
// Timer1 Overflow Interrupt: Off
// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0xA1;
TCCR1B=0x05;
TCNT1H=0x00;
TCNT1L=0x00;
ICR1H=0x00;
ICR1L=0x00;
OCR1AH=0x00;
OCR1AL=0x00;
OCR1BH=0x00;
OCR1BL=0x00;

while (1)
{
// Place your code here
motor(0,255);
delay_ms(5000);
motor(0,100);
delay_ms(5000);
motor(1,150);
delay_ms(5000);
motor(1,0);
delay_ms(5000);
}
}

Sourcecode lengkapnya dapat di-download pada link berikut ini http://www.mediafire.com/?f6q2v8mmnk7kmm6

About Eko Rudiawan

Seorang lelaki yang punya ketertarikan dengan dunia elektronika dan robot yang saat ini sedang serius belajar tentang dunia bisnis dan internet marketing. My dream to be success technopreneur

Check Also

Cara Mengukur Transistor Dengan Multimeter Digital

Cara Mengukur Transistor Dengan Multimeter

Bagimana Cara Mengukur Transistor ? Mengukur transistor biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi transistor apakah masih …

7 comments

  1. MAKASIH MAS EKO UNTUK BERBAGI ILMUNYA..

  2. rangkaiannya bisa bekerja untuk motor 125Vdc dan 3.5A gak mas?
    saya mau buat driver motor menggunakan mosfet dengan spesifikasi diatas.
    terima kasih sebelumnya

  3. saya sudah buat rangkaian seperti diatas cma saya ganti jd irf9540 dan irf540..
    dan juga progrm sesuai diatas…
    tapi kok motor ny……mutar sebentar trus berhenti trus mutar lgi bgtu setrusny..
    knp ya mas..? mhon pencerahanny…

  4. Kalo mau download software programnya itu dimana ya ..? Mksihh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − eleven =