Home / SBC / Intel Galileo / Intel Galileo Board Overview (Komponen dan Konektor)

Intel Galileo Board Overview (Komponen dan Konektor)

Bagian-bagian Intel Galileo

Pada postingan kali ini Saya akan sedikit menjelaskan tentang bagian-bagian penting yang ada pada SBC Intel Galileo. Seperti yang telah saya jelaskan pada postingan pertama berikut ini http://eko-rudiawan.com/pengenalan-singkat-tentang-intel-galileo/, Intel Galileo memiliki banyak peripheral yang dapat dihubungkan dengan komponen ataupun perangkat lain. Nah, kali ini kita akan melihat secara detail peripheral tersebut beserta letaknya di board Intel Galileo.

Intel Galileo Board Overview
Intel Galileo Board Overview

Jika dilihat tampak atas, ada beberapa bagian penting yang terlihat seperti gambar diatas. Bagian-bagian tersebut antara lain adalah sebagai berikut ini :

  • Ethernet Port, untuk mengkoneksikan Intel Galileo ke jaringan lokal melalui LAN. Port ethernet pada Galileo menggunakan koneksi standar RJ45.
  • RS-232 Port, merupakan port serial yang dapat digunakan untuk komunikasi data serial. Menariknya disini port RS-232 tidak menggunakan konektor DB9 pada umumnya, namun menggunakan port stereo jack yang biasanya digunakan untuk audio. Mungkin untuk menghemat penempatan komponen. RS-232 port ini dapat juga digunakan untuk mengakses terminal linux melalui serial, bisa menggunakan Putty atau Serial Terminal yang lain.
  • USB Client, merupakan port USB yang digunakan untuk jalur pemrograman Galileo menggunakan Arduino. Jika Arduino Uno atau Mega pada umumnya menggunakan konektor USB Type B, Galileo menggunakan Micro USB sebagai jalur untuk mengupload program. Port USB client ini hanya bisa digunakan untuk memprogram Galileo, tidak bisa digunakan untuk menghubungkan USB Keyboard atau USB mouse dan perangkat USB lain.
  • USB 2.0 Host, merupakan USB port yang dapat digunakan untuk perangkat USB pada umumnya seperti Flashdisk, Mouse, Keyboard dan lain sebagainya. Namun, Anda membutuhkan kabel USB OTG agar perangkat USB bisa dihubungkan ke Galileo. Dikarenakan port USB pada Galileo bentuknya Micro USB. Jika Anda menggunakan USB Hub, Galileo mampu menghandle maksimal 128 perangkat.
  • Standard Arduino Connector, merupakan konektor yang kompatibel dengan Arduino. Susunan pin sama persis dengan Arduino, sehingga sangat memungkinkan Anda untuk memasang shield Arduino pada board Galileo.
  • Reboot Button, merupakan tombol reboot yang dapat digunakan untuk mereset SBC atau melakukan booting ulang Sistem Operasi. Tombol ini sama persis fungsinya seperti tombol Reset pada komputer Anda.
  • Pin 13 LED, merupakan LED yang terhubung ke pin no 13 (sama seperti pada board Arduino).
  • Arduino Reset Button, merupakan tombol reset yang berfungsi untuk merestart sketch (program arduino) pada Galileo.
  • Micro SD Card, merupakan slot micro SD yang memiliki kapasitas maksimal 32GB. Secara default, micro SD tidak diperlukan. Namun jika Anda ingin menggunakan Galileo yang memiliki sistem Linux yang kompleks, contohnya menggunakan OpenCV, Python, SSH maka harus ditambahkan Micro SD, dikarenakan butuh space memori yang lebih besar.
  • 5V Power In, merupakan konektor power input adaptor untuk Galileo. Adaptor sudah disertakan pada paket pembelian Galileo.

Sekarang kita lihat bagian bawah (bottom overview). Pada bagian bawah tidak banyak peripheral tambahan, namun ada satu konektor yang cukup penting yaitu socket mini PCIe (Peripheral Component Interconnect Express). Socket mini PCIe ini bisa digunakan untuk menambahkan WLAN Card. Mungkin suatu saat Anda membuat sebuah project yang menggunakan koneksi wireless, maka WLAN card (WiFi card) merupakan solusi yang mudah pada Galileo.

Intel Galileo Bottom Overview
Intel Galileo Bottom Overview

Power Pada Galileo

Intel Galileo bisa dinyalakan melalui koneksi USB client. Ketika memprogram Galileo menggunakan Arduino maka USB Client secara otomatis akan mendapatkan catu daya 5VDC. Namun arus yang dikeluarkan melalui port USB sangat kecil, sehingga jika Anda menghubungkan Galileo dengan perangkat lain, contohnya LCD, 7 Segment, Motor dan lain-lain, sangat disarankan menggunakan Adaptor. Adaptor untuk Galileo harus memiliki tegangan Fix 5VDC, walaupun socket adaptor kompatibel dengan adaptor lain yang memiliki tegangan 9VDC tau 12VDC. Anda tidak diperkenankan untuk menggunakannya di Galileo karena akan membuat Galileo menjadi over voltage dan terbakar.

The Intel® Quark SoC X1000

Board Galileo hadir dengan chip Quark SoC x1000, dimana didalamnya terdapat processor 32 bit dengan arsitektur x86 (khasnya Intel). Fitur dari SoC Quark X1000 adalah sebagai berikut ini :

  • Up to 400MHz clock speed
  • 16KB L1 Cache
  • 512KB SRAM
  • Single core, single thread
  • Integrated SDIO, UART, SPI, USB, I2C, Ethernet, RTC

SoC Quark X1000 fokus pada pengembangan chip yang dikhususkan untuk aplikasi embedded computing, IoT, autonomous vehicle, dll.

Architecture: x86 vs ARM

Salah satu perbedaan yang paling mendasar antara Intel Galileo dengan SBC lainnya adalah pada arsitektur processor yang digunakan. SBC tipe lain seperti Raspberry Pi, Beaglebone, pCDuino, dll menggunakan processor dengan arsitektur ARM. Sedangkan Intel Galileo menggunakan processor dengan arsitektur x86. Arsitektur processor x86 biasanya digunakan pada komputer dan laptop pada umumnya. Sedangkan ARM banyak digunakan untuk smart phone, smart TV, dll.

Sekian sedikit penjelasan tentang Intel Galileo Board Overview, semoga menambah wawasan Anda di bidang embedded system.

 

About Eko Rudiawan

Seorang lelaki yang punya ketertarikan dengan dunia elektronika dan robot yang saat ini sedang serius belajar tentang dunia bisnis dan internet marketing. My dream to be success technopreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − 4 =