Home / Lain-Lain / Kenapa Mahasiswa Tidak Paham Cara Menulis Yang Baik Dan Benar

Kenapa Mahasiswa Tidak Paham Cara Menulis Yang Baik Dan Benar

Beberapa minggu ini saya disibukkan dengan agenda sidang menyidang mahasiswa yang hendak Tugas Akhir. Seperti biasanya untuk jurusan teknik pasti ada demo alat dan laporan yang harus ada pada saat sidang. Untuk demo alat hampir seluruhnya tidak ada bermasalah. Tampilan alatpun sangat bagus dan rapi layaknya alat yang sudah siap jual. Namun sangat disayangkan kenapa untuk urusan laporan sangat buruk sekali. Sebagai mahasiswa seharusnya sudah memahami tata cara penulisan ilmiah yang baik. Kenapa saya katakan demikian, karena sudah dari SD dulu kita belajar Bahasa Indonesia. Sampai ke bangku kuliah pun masih ada mata kuliah wajib titipan dikti yaitu Bahasa Indonesia. Namun kenyataannya apa yang terjadi sebaliknya, untuk penulisan sesuai dengan EYD saja masih banyak yang belum paham. Tidak bisa membedakan mana kata asing dan bukan. Memang untuk jurusan teknik sangat banyak menggunakan istilah-istilah asing dalam pembelajaran sehari-hari. Namun tiada alasan untuk tidak mengerti bagaimana menuliskan istilah asing tersebut secara benar. Karena pada dasarnya hal-hal seperti itu sudah diajarkan pada saat SMP ketika belajar EYD. Selain itu, ada masalah sama yang hampir berlaku pada semua mahasiswa. Tidak bisa menyampaikan hasil riset ilmiah secara baik dan tepat sasaran. Penjelasan terlalu bertele-tele, sehingga intisari dari tujuan, hasil, dan kesimpulan riset tidak mengena. Sebagai contoh, ada mahasiswa yang membuat sebuah mesin packaging. Pada BAB Pendahuluan dijelaskan bahwa tujuan utama adalah membuat sebuah mesin packaging yang memiliki akurasi dan kecepatan dibandingkan proses packaging secara manual. Namun, penyimpangan terjadi ketika mahasiswa tersebut menyampaikan tentang data-data hasil riset. Saya pun bingung kenapa data yang disertakan malah data pengukuran tegangan dan arus pada power suplai, sensor, dll. Inti dari data yang sebenarnya yaitu hasil pengujian alat malah tidak disertakan. Seharusnya sesuai dengan tujuan awal yaitu membuat mesin packaging yang yang memiliki akurasi dan kecepatan lebih dari manual, data yang utama yaitu perbandingan kecepatan waktu proses antara mesin dan manual. Kemudian akurasi dari mesin juga harusnya disajikan datanya. Pada penyajian data juga tidak ada penjelasan tentang tujuan dan kesimpulan pengambilan data. Memangnya jika data disajikan begitu saja ada yang mengerti maksudnya ?. Kesimpulan pun masih banyak yang tidak paham. Karya ilmiah merupakan karya yang harus dipertanggungjawabkan, semua argumen dan kesimpulan yang dituliskan harus ada data yang menyertainya. Masih banyak juga yang menuliskan pada kesimpulan “Alat yang dibuat sudah berhasil”. Nah kalau Anda menyatakan kalimat seperti ini, harus ada data yang mendasari kalimat tersebut. Indikator berhasil itu berupa apa ? Tentunya jika alat yang Anda buat sesuai dengan tujuan awal. Namun apakah ini saja cukup ? Tidak, harus ada data pengujian alat berupa hasil trial alat. Diuji 100 kali pengujian, berapa persenkah kegagalan si alat ? Tentunya jika persentase error melebihi 50%, Anda tidak bisa mengatakan bahwa alat Anda berhasil. Itulah yang saya katakan tadi, semua argumen dan kesimpulan harus dilandasi dengan adanya data fakta yang berupa kuantitatif.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mengerjakan Tugas Akhir !

 

About Eko Rudiawan

Seorang lelaki yang punya ketertarikan dengan dunia elektronika dan robot yang saat ini sedang serius belajar tentang dunia bisnis dan internet marketing. My dream to be success technopreneur

Check Also

Teknologi Militer Masa Kini

Tulisan ini sengaja saya buat karena beberapa saat yang lalu heboh dengan debat capres yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 8 =