Home / Pemrograman / C / Operasi Aritmatika Pada Bahasa C Yang Wajib Tahu

Operasi Aritmatika Pada Bahasa C Yang Wajib Tahu

Operasi Aritmatika Pada Bahasa C

Bahasa pemrograman tidak akan terlepas dari yang namanya aritmatika dan logika. Operasi aritmatika dan logika tersebutlah yang membuat program menjadi cerdas dan dapat menghitung. Pada bahasa C terdapat beberapa operator aritmatika standar yaitu +, -, /, *, % . Operator tersebut dapat kita gunakan untuk melakukan perhitungan baik yang bersifat standar ataupun kompleks. Seperti layaknya ilmu matematika yang kita pelajari di sekolah dulu, operasi aritmatika pada bahasa C juga ada prioritas pengerjaannya. Tidak jauh berbeda dengan operasi matematika biasa, bahwa yang “kuat” didahulukan dalam operasi aritmatika.
Contoh kasus seprti di bawah ini

a= 1+5*4;

Pada operasi aritmatika diatas, operasi yang pertama kali didahulukan adalah perkalian. Karena tanda kali lebih “kuat” dari tanda tambah, seperti yang kita pelajari di sekolah dasar dulu. Sehingga jika operasi tersebut dijalankan program maka hasilnya adalah 21 bukan 24. Selain ketentuan diatas, ada juga ketentuan opeasi dalam kurung. Saya rasa ini tidak asing lagi bagi kita, karena kita juga pernah mempelajarinya di matematika sekolah dasar. Jika sebuah operasi berada di dalam kurung, maka dialah yang pertama akan diproses tanpa memperhatikan apakah operasi *, /, +,-.
Contoh kasus seperti di bawah ini

a=(1+5)*4;

Jika operasi diatas dijalankan, maka hasilnya akan bernilai 24. Hal ini dikarenakan operasi yang pertama kali dieksekusi oleh program adalah yang berada di dalam kurung tanpa memperhatikan tanda operasinya. Setelah itu program akan mengeksekusi baris berikutnya yaitu dikalikan dengan angka 4.
Lalu bagaimana jika ada operasi aritmatika seperti di bawah ini

a=(1+5)+3*5+4;

Untuk operasi diatas, program akan tetep mengeksekusi operasi yang berada di dalam kurung terlebih dahulu, selanjutnya melakukan operasi aritmatika setelahnya dengan tetap memperhatikan ketentuan tanda yang lebih “kuat” tadi. Sehingga jika kita sederhanakan maka operasi diatas akan menjadi seperti ini

a=(1+5)+3*5+4;
a=6+3*5+4;
a=6+15+4;
a=25

Hasil akhir yang diperoleh nantinya adalah 25, karena proses eksekusi program berurutan seperti uraian diatas, disesuaikan siapa yang didahulukan dan siapa yang “kuat”
Semoga Bermanfaat !!

About Eko Rudiawan

Seorang lelaki yang punya ketertarikan dengan dunia elektronika dan robot yang saat ini sedang serius belajar tentang dunia bisnis dan internet marketing. My dream to be success technopreneur

Check Also

Software Bahasa C Di Linux Untuk Belajar Pemrograman

Software Bahasa C Di Linux Belajar bahasa pemrograman C tidak hanya bisa dilakukan pada sistem …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + ten =