Home / Lain-Lain / Pengalaman Outbond Bersama SEAMOLEC

Pengalaman Outbond Bersama SEAMOLEC

Tidak terasa, hari yang ditunggu itu akhirnya tiba. Setelah mengikuti pembukaan program D4 kerjasama dengan ITB dan SEAMOLEC, malamnya saya bersama teman-teman langsung bergegas menuju Pondok Cabe. Tempat dimana kami akan melakukan matrikulasi sebelum menjalani kuliah sebenarnya di ITB. Sebelum mengikuti matrikulasi, kami diwajibkan untuk mengikuti outbond terlebih dahulu. Akhirnya sabtu pagi setelah sholat subuh, saya bersama teman-teman langsung bersiap untuk menuju kantor SEAMOLEC yang berada di Universitas Terbuka. Awalnya saya berfikir kami akan melakukan outbond di alam terbuka dan bukan di kantor SEAMOLEC. Tak seberapa lama kami menunggu akhirnya datang seorang bapak-bapak yang berparas seperti militer. Ternyata dialah yang akan menemani outbond dua hari ini. Awalnya kami melakukan permainan sederhana untuk melatih otak kanan dan kiri, setelah itu kami mulai dengan permainan kecil seperti berlajan dengan mata tertutup, menyanyi dan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Akhirnya kamipun dibagi menjadi 4 kelompok besar yaitu Harimau, Kerbau, Kuda dan Matahari, dan ternyata saya berada di tim Harimau.

Akhirnya sekitar jam 9.00 kami dibawa menuju ruangan, saya mulai bingung dan bertanya-tanya “Loh katanya mau outbond, lha ini kok malah masuk ke ruangan”. Saya ikuti saja semua perintah yang di berikan. Ternyata di ruangan ini kami diberikan suguhan film menarik tentang motivasi. Jujur, tontonan dan semua yang disajikan itu sungguh membuat motivasi saya meningkat. Satu hal yang sangat saya sukai yaitu cara penyampaian materi oleh motivator, sangat menarik karena motivator menggunakan berbagai media seperti gitar, lagu, tari, dll. Akhirnya tepat pukul 3.00 sore kami diberikan tugas yang sedikit aneh. Tugas itu adalah menjual pena dengan harga yang setinggi-tingginya atau minimal Rp. 20.000. Sebelumnya saya berfikir “Apakah ada orang yang mau beli pena dengan harga mahal segitu ?? “. Tapi saya sadar ini adalah tugas, bersama 2 orang teman saya lainnya kami langsung bergegas mencari pembeli. Akhirnya kami putuskan untuk menuju simpang lampu merah dekat daerah giant, karena menurut teman kami orang jakarta, disinlah pusat keramaian di pondok cabe ini. Rasanya penuh rasa malu untuk menawarkan pena saja, apalagi dengan harga yang mahal seperti itu. Satu persatu orang yang kami tawari tak satupun yang mau membeli. Sampai akhirnya ada seorang ibu berkebangsaan Polandia yang menyapa kami. Terlihat ibu itu sangat ramah, kami dipersilahkan masuk ke ruko miliknya. Setelah kami masuk, baru saya tahu ternyata dia membuka bisnis sejenis MLM. Langsung saja kami sampaikan niat kami yang sesungguhnya yaitu menjual pena. Ternyata dia tidak keberatan, namun kami diminta menonton film pendek. Ternyata film itu berisi tentang motivasi bisnis. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4.15, seharusnya kami sudah kembali karena waktu yang diberikan hanya 1 jam. Karena merasa terlalu lama, akhirnya saya kembali lagi tegaskan niat kami untuk menjual pena dan akhirnya ternyata pena yang saya jual dibeli oleh sang Ibu dengan harga Rp. 30.000. Tidak mahal memang, tapi saya cukup puas dengan hasil Rp. 30.000 yang saya dapatkan dengan waktu yang singkat. Saya harap ini menjadikan motivasi tersendiri bagi saya bahwa untuk memulai bisnis itu harus berani menawarkan barang, walau dengan harga tinggi sekaligus. 🙂 Tiba di hari kedua, kami diperintahkan untuk datang lebih pagi tepat pukul 5.00 kami harus sudah berkumpul. Ya, kali ini outbond sebenarnya akan diadakan. Ini dia saat yang sangat kami tunggu, bermain-main, menguji kekompakan, dll. Banyak permainan yang kami ikuti, mulai dari mengisi air pada pipa berlubang, mengisi air pada ember dengan menggunakan tali, dll. Ya, pastinya kami semua merasa senang dengan itu semua, diluar dari itu saya pribadi beranggapan 2 hari ini telah membuat saya lebih akrab dengan teman yang baru saya kenal, selain itu kami lebih merasa menjadi kompak satu dengan lainnya.

About Eko Rudiawan

Seorang lelaki yang punya ketertarikan dengan dunia elektronika dan robot yang saat ini sedang serius belajar tentang dunia bisnis dan internet marketing. My dream to be success technopreneur

Check Also

Teknologi Militer Masa Kini

Tulisan ini sengaja saya buat karena beberapa saat yang lalu heboh dengan debat capres yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − three =