Home / Mikrokontroler / ARM / Rangkaian Minimum Sistem ARM Mikrokontroler

Rangkaian Minimum Sistem ARM Mikrokontroler

Rangkaian Minimum Sistem ARM

Disela kesibukan bekerja, harus saya akui bahwa sangat sulit untuk meninggalkan kebiasaan saya untuk ngooprek. Terutama untuk ngooprek di bidang embedded system terutama bidang mikrokontroler. Sudah lama rasanya bermain-main dengan mikrokontroler AVR 8bit, sehingga terkadang membuat bosan. Kebosanan memunculkan rasa ingin belajar terhadap platform mikrokontroler yg lebih hitech. ARM merupakan arsitektur mikrokontroler yang sangat populer saat ini, mengingat banyak digunakan pada perangkat embedded. Muncul niat untuk belajar mengenal mikrokontroler ini lebih dalam. Sebetulnya dulu pernah sedikit mencicip atau menjajal ARM, tetapi tidak serius sehingga hasilnya juga tidak ada :D. Nah, sekarang keinginan ini muncul lagi dan mencoba mulai serius mendalami mikrokontroler ini.

Mikrokontroler ARM sendiri banyak pilihan jenisnya, tergantung dari pabrikan mana. ST Microelectronics punya STM32, NXP punya LPCxxx, Infineon juga punya brand sendiri, ada juga Nuvoton, dll. Pilihan saya jatuh pada mikrokontroler STM32, karena mikrokontroler ini yang mudah ditemukan di Indonesia. Memang untuk mikrokontroler ARM sendiri, di Indonesia  baru populer belakangan ini. STM32 dan NXP merupakan produk yang banyak dijual dan dijumpai di pasaran. Oleh karena itu saya putuskan belajar tentang STM32 saja, berhubung referensi di internet juga banyak yang membahas tentang STM32.

Pelajaran pertama dimulai dengan membuat rangkaian minimum sistem ARM. Dimulai dari mencari referensi tentang desain minimum sistem ARM. Rangkaian minimum sistem merupakan rangkaian simpel yang dapat membuat mikrokontroler berfungsi sebagaimana mestinya. Cukup tambahkan rangkaian catu daya, osilator, port download dan pin IO mikrokontroler sudah dapat digunakan untuk diprogram. Untuk ARM sendiri jalur pemrograman/download bisa melalui port JTAG. Namun untuk beberapa mikrokontroler sudah memiliki internal bootloader (STM32 dan NXP). Internal bootloader ini berfungsi untuk menangani proses download melalui jalur lain, selain JTAG. Contohnya lewat serial port atau USB port. Inilah salah satu kelebihan mikrokontroler ARM, karena tidak perlu beli downloader JTAG lagi. Cukup menggunakan USB To Serial atau port USB langsung untuk mengupload program ke mikrokontroler.

Berikut hasil rancangan minimum sistem ARM yang telah saya buat

Rangkaian Minimum Sistem ARM
Rangkaian Minimum Sistem ARM

 

minimum sistem stm32

Proses desain selesai, selanjutnya tinggal masuk proses pembuatan PCB. Untuk pembuatan PCB saya serahkan ke yang ahli saja 😀 . Tinggal menunggu pesanan selesai dan testing rangkaian

About Eko Rudiawan

Seorang lelaki yang punya ketertarikan dengan dunia elektronika dan robot yang saat ini sedang serius belajar tentang dunia bisnis dan internet marketing. My dream to be success technopreneur

6 comments

  1. gan skematiknya digambar pake apa??
    boleh dong di share sama kita
    makasih…..

  2. gan, kira-kira berapa biaya yg diperlukan untuk membuat sistem minimum yg agan posting?
    kalau bisa, dengan detail biayanya.

  3. Boleh di info kan nama tempat pembuatan PCB nya mas Eko? Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + two =